photos

Music

 Yiruma - Kiss the rain .mp3
Found at bee mp3 search engine

My Banner

Niol's Blog

Total Tayangan Halaman

UJIAN PRAKTEK

Rabu, 09 Maret 2011 0 komentar
Nama : Katherine Nathania Budiani
Kelas : IX A
Tema Blog : BIOLOGI
Baca selengkapnya »

Sel Prokariotik & Eukariotik

Minggu, 23 Januari 2011 0 komentar


Setiap organisme tersusun dari salah satu diantara dua jenis sel yang secara struktural berbeda, sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteri dan arkhea; alga hijau biru yang memiliki sel prokariotik. Sedangkan protista, tumbuhan, jamur dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik.
Kenapa dinamakan sel prokariotik dan eukariotik? Apa perbedaannya? Mari kita pelajari.
Sel Prokariotik. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani, pro yang berarti “sebelum” dan karyon yang artinya “kernel” atau juga disebut nukleus. Sel prokariotik tidak memiliki nukleus. Materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah nukleoid ini dengan bagian sel lainnya.
Sedangkan sel eukariotik, eu berarti “sebenarnya”dan karyon berarti nukleus. Eukariotik mengandung pengertian memiliki nukleus sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus.

Gbr. Penampang Sel Eukariotik

Gbr. Penampang Sel Prokariotik

Lebih lengkap perbedaan antara sel perokariotik dan eukariotik, kita lihat pada tabel berikut:

Struktur
Prokariotik
Eukariotik
Membran nukleus
-
+
Membran plastida
-
+
Nukleus
-
+
Nukleolus
-
+
Plastida
-
+/-
Mitokondria
-
+
Badan golgi
-
+
Kromosom
+ (tunggal)
+ (ganda)
DNA
(telanjang)
(dengan protein)
RNA
+
+
Histon
-
+
Pigmen
+
+
Pembelahan
amitosis
Mitosis/meiosis
     
Baca selengkapnya »

KAMUS BIOLOGI II

0 komentar

Abdomen. Bagian tubuh di bawah dada yang mengandung intestin dan organ-organ dalam
Adrenal cortex. Bagian luar dari kelenjar adrenal yang mensekresikan hormone kortison
Adrenal gland. Kelenjar yang berbatasan dengan ginjal terdir atas adrenal korteks
di bagian luar dan adrenal medulla di bagian dalam
Adrenal medulla. Bagian dalam dari kelenjar adrenal yang mensekresikan efinefrin atau
adrenalin
Baca selengkapnya »

Kamus BIOLOGI I

0 komentar

Abiotik : Benda mati.
Abisal : Pembagian bioma air laut dengan kedalaman daerah lebih dari 2000 meter.
Adaptasi : Penyesuaian diri suatu organisme terhadap lingkungan tempat hidupnya.
Aerobik : Bakteri (dan sel lain) yang melakukan pernafasan dengan menggunakan oksigen bebas.
Agen : Bibit penyakit.
Baca selengkapnya »

ISTILAH-ISTILAH DALAM MIKROBIOLOGI

0 komentar


Sterilisasi : Membebaskan tiap benda atau substansi dari semua kehidupan dalam bentuk apapun
Disinfeksi: Mematikan atau menyingkirkan organisme yang dapat menyebabkan infeksi. Pada umumnya disinfeksi dimaksudkan untuk mematikan sel-sel vegetatif yang lebih sensitive tetapi bukan spora-spora yang tahan panas
Disinfektan: bahan yang digunakan untuk melaksanakan disinfeksi. Biasanya ditujukan untuk benda-benda mati, seperti lantai, piring, pakaian, dll.
Antiseptika: Bahan-bahan yang dapat mematikan atau menghambat mikroorganisme, khususnya yang berkontak dengan tubuh tanpa mengakibatkan kerusakan besar pada jaringan.
Bakteriostatika: Zat yang bersifat menghambat multiplikasi, akan tetapi bila zat penghambat itu telah dihilangkan, maka multiplikasi dilanjutkan kembali
Bakterisida: Setiap zat atau agen yang dapat membunuh atau memusnahkan bakteri. Meliputi antibiotika, antiseptika, dan disinfektan
Bakterin: Vaksin yang dibuat dari bakteri yang mati, dan dapat menimbulkan kekebalan pada tubuh terhadap penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri jenis itu
Bakteriosilin: Jenis antibody yang terbentuk dalam darah dan dapat menghancurkan bakteri
Bakteriolisis: Pembasmian dan pelarutan bacterium
Bakteriostasis: Pencegahan atau penghentian pertumbuhan bakteri
Bakteriostat: Substansi atau agen yang menghambat pertumbuhan atau perkembangbiakan bakteri
Bakterisidal: Berkemampuan untuk membunuh atau memusnahkan bakteri
Bakteritik: Sifat atau karakter yang ditimbulkan oleh bakteri
Bakteriuria: Terdapatnya bakteri dalam urin
Sepsis: Status toksis atau sakit yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroorganisme yang merusak setelah berkontak dengan jaringan yang menghasilkan pus atau nanah
Septik: Berkenaan dengan kondisi sepsis
Septikimia: Persistenal dan multiplikasi bakteri hidup di dalam darah
Asepsis: Dalam arti sempit asepsis menunjukkan pada keadaan dimana tidak adanya mikroorganisme dalam jaringan hidup atau dengan kata lain tidak ada sepsis (pembusukan). Tetapi istilah asepsis biasanya digunakan untuk teknik pengerjaan dalam menghindarkan adanya mikroorganisme yang tidak dikehendaki terdapat dalam lingkungan pengamatan itu
Antibiotika: zat yang dihasilkan oleh organisme (mikroorganisme) hidup, yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain, bahkan dapat memusnahkannya
Baca selengkapnya »

KONSEP PEMBELAHAN SEL

0 komentar

Konsep Pembelahan sel


Tujuan Pembelahan Sel
Sel merupakan struktur terkecil dari makhluk hidup, oleh karena itu sel sangat menentukan fungsi dan bentuk dari organ atau jaringan yang disusunnya. Kumpulan dari banyak sel dengan struktur dan fungsi yang sama disebut jaringan dan kumpulan jaringan dengan tujuan fungsi tertentu disebut organ.
Untuk bisa mencapai jumlah banyak, sel melakukan pembelahan. Pembelahan sel mempunyai tujuan sebagai berikut :
  • Regenerasi sel-sel yang rusak/mati
  • Pertumbuhan dan perkembangan
  • Berkembang biak (reproduksi)
  • Variasi individu baru
Macam-macam Pembelahan Sel
Terdapat 3 macam pembelahan sel dengan tujuan dan fungsi yang berbeda, yaitu :
1Pembelahan Mitosis
Pembelahan mitosis adalah pembelahan sel dimana sel anak identik dengan sel induk. Tahapan pembelahan mitosis sebagai berikut :
Mitosis
gambar 1.1 : tahapan pembelahan mitosis
Dari gambar diatas diketahui bahwa sel anak dan sel induk identik dan mempunyai jumlah kromosom yang sama.
mitosis fase
gambar 1.2 : tahapan pembelahan mitosis dan check point

2. Pembelahan Meiosis
Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan dengan proses yang hampir sama dengan pembelahan mitosis namun pada meiosis terjadi pngurangan (reduksi) jumlah kromosom. Meiosis terbagi menjadi 2 tahapan besar yaitu meiosis I dan meiosis II, masa istirahat antara keduanya disebut interfase.
Sel somatik manusia terdiri dari 46 kromosom (23 pasang kromosom), setengah berasal dari tiap orang tua. Masing-masing dari 22 autosom maternal memiliki kromosom paternal yang homolog. Pasangan kromosom ke 23 adalah kromosom seks yang menentukan jenis kelamin seseorang,
Sel ovum dan sperma hanya mempunyai setengah kromosom (haploid / n), apabila ovum dan sperma bersatu (fertilisasi) akan terbentuk zigot diploid (2n) yang akan tumbuh menjadi individu baru dengan gen hasil kombinasi dari ovum dan sperma. Tahapan pembelahan meiosis sebagai berikut :
meiosis
gambar 2.1 : tahapan pembelahan meiosis
meiosis1
gambar 2.2 : tahapan pembelahan meiosis I dan II
mitosis vs meiosis
gambar 2.3 : perbedaan tahapan meiosis dan mitosis
Gangguan Pembelahan Meiosis
Kesalahan selama pembelahan meiosis dapat merubah :
  1. Jumlah kromosom per sel
  2. struktur tiap kromosom
Kedua kesalahan diatas bisa berakibat pada fenotip (sifat yang muncul pada individu).
2.1. Kesalahan Jumlah kromosom
Nondisjunction meiosis dapat terjadi jika homolog gagal berpisah selama anafase M-1 dan kromatid gagal berpisah selama M-2 yang pada akhirnya gamet memiliki jumlah kromosom yang abnornal.
Terdapat 2 gangguan jumlah kromosom :
1. Aneuploid
  • Trisomik (2n+1)
  • Monosomik (2n-1)
2. Poliploid
  • Triploid (3n)
  • Tetraploid (4n)
2.2 Kesalahan Struktur Kromosom
Perubahan struktur kromosom dapat menyebabkan terjadinya empat macam struktur, yaitu :
  • Delesi
  • Duplikasi
  • Inversi
  • Translokasi
a. Delesi
duplikasi
b. Duplikasi
duplication
c. Inversi
inversi
d. Translokasi
translokasi
3. Pembelahan Amitosis
Amitosis adalah reproduksi sel di mana sel membelah diri secara langsung tanpa melalui tahap-tahap pembelahan sel. Pembelahan cara ini banyak dijumpai pada sel-sel yang bersifat prokariotik, misalnya pada bakteri, ganggang biru.
Pembelahan amitosis sengaja tidak dibahas disini karena tidak terjadi pada manusia.

Baca selengkapnya »

REPRODUCTIVE SYSTEM

0 komentar



Introduction
Sexual reproduction is the process of producing offspring for the survival of the species, and passing on hereditary traits from one generation to the next. The male and female reproductive systems contribute to the events leading to fertilization. Then, the female organs assume responsibility for the developing human, birth, and nursing. The male and female gonads (testes and ovaries) produce sex cells (ova and sperm) and the hormones necessary for the proper development, maintenance, and functioning of the organs of reproduction and other organs and tissues.
Baca selengkapnya »

MIOSIS, MITOSIS DAN AMITOSIS

0 komentar

Kita mengenal tiga jenis reproduski sel, yaitu Amitosis, Mitosis dan Meiosis (pembelahan reduksi). Amitosis adalah reproduksi sel di mana sel membelah diri secara langsung tanpa melalui tahap-tahap pembelahan sel. Pembelahan cara ini banyak dijumpai pada sel-sel yang bersifat prokariotik, misalnya pada bakteri, ganggang biru.

MITOSIS adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti.
Baca selengkapnya »

Tongue

Senin, 29 November 2010 0 komentar

Tongue has function as tasting organ. The tongue also has function to help teeth for placing and mixing food, also help swallowing and pushing food so it enters into the throat (kerongkongan).
The tongue contains many papillae and nerve cells so we can fell tastes in food. The part end of tongue is sensitive to sweet taste, the tip (tepi) of tongue until side is sensitive to salty taste, edge (ujung) of tongue is sensitive to sour taste (rasa asam), and the beginning of tongue is sensitive to 
                                                bitter taste (rasa pahit).
Baca selengkapnya »

Throat

0 komentar


Food that has experienced digestion process in mouth then enters into pharynx. Pharynx is back part of mouth that also upper part (bagian atas) of throat. In pharynx is found hole that is located in part that goes to throat called glottis with its valve (klep) is epiglottis.
        Throat has shape like pipe of length in the adult people is about 25 cm. Its edge (pangkal) is found in neck, it goes to behind of throat, chest region, behind lung, penetrates ( menembus) body cavity separator (sekat rongga badan tulang belakang), and finally ended to stomach.
        In the throat, food is not digested (tidak dicerna) but only passing through. Then, food will enter into stomach, because the presence (adanya) of peristaltic movement of throat. The peristaltic movement happens because in throat its wall consist of smooth muscle that composed enlengthen and circular that can wrinkles (mengerut ) and looses (mengendur) alternatingly so it causes movement of kneading (meremas) and pushing food, so that food enters into the stomach.

Baca selengkapnya »

pejalan kaki

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Plurk